Kebakaran hutan yang sangat parah melanda kawasan tenggara Korea Selatan, mengakibatkan setidaknya 24 orang kehilangan nyawa dan memaksa 27.000 orang untuk mengungsi. Kebakaran ini, yang disebabkan oleh angin kencang dan kondisi cuaca yang kering, di anggap sebagai salah satu bencana kebakaran terburuk dalam beberapa dekade terakhir.
Upaya dari Pemerintah Korsel
Pemerintah Korea Selatan telah mengerahkan semua sumber daya yang ada, termasuk 4.919 petugas pemadam kebakaran yang di dukung oleh militer dan kepolisian, serta 87 helikopter untuk memadamkan api.
Penjabat Presiden Han Duck-soo menyebut situasi ini sebagai “kebakaran terparah yang pernah di alami negara ini” dan mengakui bahwa upaya pemadaman masih menghadapi banyak tantangan.
Kebakaran utama yang di mulai di daerah Uiseong baru dapat di kendalikan sekitar 68 persen, sementara api terus mengancam situs-situs bersejarah yang penting.
Dua lokasi yang terdaftar sebagai Warisan Budaya UNESCO, yaitu Desa Hahoe dan Akademi Konfusianisme Byeongsan di kota Andong, berada dalam ancaman. Kuil Gounsa yang telah ada sejak tahun 681 di laporkan telah hangus terbakar.
Ahli bencana hutan, Lee Byung-doo, dari Institut Ilmu Pengetahuan Hutan Nasional, menyatakan bahwa kecepatan dan skala kebakaran ini “di luar dugaan”. Byung-doo juga memperingatkan bahwa perubahan iklim akan menyebabkan kejadian serupa semakin sering terjadi di masa mendatang.
“Kita perlu mempersiapkan lebih banyak sumber daya untuk menghadapi ancaman ini,” ujarnya, seperti yang di laporkan oleh Channel News Asia pada Rabu, 26 Maret 2025.
Korban jiwa dan kerusakan yang parah
Sebagian besar korban yang tewas berusia antara 60 hingga 70 tahun, menjadi korban dari kebakaran yang menyebar dengan cepat. Kebakaran ini telah menghanguskan lebih dari 15.000 hektar lahan dan pemukiman warga. Situasi darurat memaksa pihak berwenang untuk mengevakuasi ratusan narapidana dari penjara terdekat yang terancam oleh kobaran api.
Dinas Kehutanan Korea mengakui keterbatasan armada pemadam setelah delapan helikopter buatan Rusia tidak dapat beroperasi. Pemerintah telah mengidentifikasi area yang terdampak sebagai zona bencana khusus guna mempercepat penanganan dan proses pemulihan.
Proses pemadaman masih berlangsung di tengah prediksi cuaca kering yang di perkirakan akan berlanjut dalam beberapa hari ke depan. Tim gabungan terus berusaha memadamkan api sambil mengevakuasi warga yang masih terperangkap di area berbahaya.